Menjadi transpuan di Indonesia bukan perkara mudah. Stigma masih kuat, kesempatan kerja sering tertutup, dan diskriminasi bisa datang dari mana saja. Justru karena itu, sejumlah figur berikut layak diperhatikan — bukan karena identitas gender mereka, tapi karena apa yang berhasil mereka bangun di tengah semua itu.
1. Dorce Gamalama
[IMAGE 1 — suasana panggung acara televisi lawas]
Lahir dengan nama Dedi Yuliardi Ashadi, Dorce adalah figur publik pertama di Indonesia yang terbuka soal identitasnya sebagai transpuan — dan ia melakukannya jauh sebelum ada ruang aman untuk itu. Kariernya membentang sebagai penyanyi, aktris, dan presenter, dengan acara bincang-bincangnya sendiri yang bertahan bertahun-tahun. Panggilan “Bunda Dorce” pada akhirnya melekat di seluruh Indonesia. Ia wafat pada 2022.
2. Asha Smara Darra
[IMAGE 2 — runway fashion show, busana bernuansa kain tradisional]
Sebelumnya dikenal sebagai Oscar Lawalata, Asha sudah lebih dulu berdiri sebagai salah satu perancang busana paling dihormati di Indonesia, terkenal karena konsisten membawa wastra dan unsur budaya Nusantara ke dalam rancangannya. Ia mengumumkan identitasnya pada 2020 dan kemudian resmi mengganti nama.
Prestasi terbesarnya justru datang dari layar lebar: lewat peran utamanya di film Sara, Asha tercatat sebagai transpuan pertama yang meraih nominasi di Festival Film Indonesia. Film tersebut juga tayang di Busan International Film Festival 2023.
3. Dena Rachman
[IMAGE 3 — suasana kerja studio fashion]
Generasi 90-an mengenalnya sebagai penyanyi cilik Renaldy Denada Rachman, pemilik lagu “Ole-Ole”. Puluhan tahun kemudian, Dena kembali ke perhatian publik dengan jalur yang sepenuhnya berbeda: dunia fashion, termasuk merek sepatu rancangannya sendiri, Drama Shoes. Ia juga aktif menyuarakan isu gender di berbagai platform dan dikenal menjaga jarak dari kontroversi — namanya lebih sering muncul karena karya, bukan sensasi.
4. Dinda Syarif
[IMAGE 4 — kostum nasional panggung kontes internasional]
Dinda baru terjun ke dunia modeling pada 2018, dan di tahun yang sama ia sudah membawa pulang penghargaan Best National Costume dari ajang Miss International Queen — kompetisi kecantikan transgender internasional yang digelar di Thailand. Untuk pencapaian di tahun pertama karier, itu bukan hasil yang biasa.
5. Millen Cyrus
[IMAGE 5 — sesi pemotretan selebgram]
Keponakan Ashanty ini membangun basis pengikut yang sangat besar di media sosial dan menjadi salah satu nama paling dikenal di kalangan selebgram Indonesia. Selain konten, ia juga dikenal punya kemampuan menyanyi yang kerap menuai pujian. Perjalanannya di ruang publik memang tidak selalu mulus, tapi daya tahannya di industri yang cepat berganti wajah patut dicatat.
6. Mami Yuli (Yulianus Rettoblaut)
[IMAGE 6 — suasana wisuda, toga dan almamater]
Ini mungkin nama yang paling jarang muncul di infotainment, tapi daftar prestasinya paling panjang. Berasal dari pedalaman Asmat, Papua, Mami Yuli menempuh pendidikan hukum dan lulus sarjana dengan predikat cum laude, lalu menyelesaikan Magister Hukum di Universitas Tama Jagakarsa pada 2015 sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,85.
Pada Oktober 2023 ia diwisuda sebagai doktor Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya — transpuan pertama di Indonesia yang meraih gelar doktor. Sebagai Ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia, ia juga menginisiasi Rumah Singgah Waria di Depok, tempat berlindung bagi transpuan lanjut usia. Ia menyebut pencapaian akademiknya sebagai cara melawan stigma, bukan sekadar prestasi pribadi.
Yang bisa dipetik
Enam nama, enam jalur yang sama sekali berbeda: televisi, fashion, panggung internasional, media sosial, dan ruang kuliah. Persamaannya cuma satu — semuanya dikerjakan sambil menanggung beban tambahan yang tidak dipikul orang lain di bidang yang sama.